Hari Ini :

433338
Pengunjung hari ini : 24
Total pengunjung : 111130
Hits hari ini : 54
Total Hits : 433338
Pengunjung Online : 2

Kamis, 02 November 2017 - 08:37:27 WIB
Rasulullah, Guru Parenting Terbaik
Diposting oleh : Fika Yudhi Hidayati
Kategori: Kajian Parenting - Dibaca: 49 kali

RASULULLAH SAW, GURU PARENTING TERBAIK

 

Rasulullah dalam mengenangmu

Kami susuri lembaran shorohmu

Pahit getir perjuanganmu

Membawa cahaya kebenaran

Sahabat NH, di atas adalah sebait lagu tentang Rasulullah SAW yang dilantunkan oleh group nasyid asal Negeri Jiran Malaysia. Lagu yang sarat makna dan kerinduan yang mendalam tentang sosok hebat, teladan utama bagi umat Nabiyullah Muhammad SAW.  Dalam menjalankan kehidupan manusia, ada dua hal penting yang harus dijadikan pedoman  agar manusia bisa hidup sesuai fitrahnya, yakni Al-Qur’an dan As Sunah. Ketika seorang manusia sudah berpegang teguh pada dua hal ini, In Sya Allah dia akan mendapatkan keselamatan baik di dunia maupun di akherat nanti.

Begitupun dalam hal mendidik anak, Al-Qur’an dan As Sunah sudah menyampaikan banyak hal kepaa kita untuk dijadikan pelajaran. Kisah-kisah hebat yang tertuang dalam Al-Qur’an banyak memiliki makna yang mendalam untuk kita renugkan dan kita jadikan teladan. Sebagaimana kisah Ibrahim dan Ismail, Kisah Lukman dan anaknya, kisah Nabi Yaqub dan Yusuf, Kisah Maryam dan putranya Isa serta berbagai kisah heroik lainnya. Rasulullah SAW pun memiliki segudang kisah indah menyentuh jiwa yang akan menyemangati kita para orang tua dan pendidik bagaimana mencetak generasi-generasi Robbani.

Telah banyak kita temui di zaman modern seperti sekarang, para peneliti telah meluncurkan berbagai metode tentang pendidikan anak. Sebagaimana  kita ketahui, beberapa waktu yang lalu sedang booming metode parenting dari Barat yang melarang penggunaan kata “jangan” kepada anak-anak. Inilah keraguan yang digembar-gemborkan media sekuler yang merujuk pada psikolog Atheis dan Yahudi. Indah nampaknya, tapi di dalamnya terkandung bahaya yang luar biasa. Mereka mengatakan jangan terlalu sering mengatakan kata “jangan”. Sungguh mereka lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat Al-Qur’an menggunakan kata “jangan". Lalu mau dikemanakan ayat-ayat kebenaran ini? Salah seorang pendidik pernah berkata, "pintu terbesar yang paling mudah dimasuki oleh Yahudi adalah yaitu dunia psikologi dan dunia pendidikan”. Kita sebagai orang tua maupun pendidik hendaknya bisa bijak dalam mencari sumber-sumber ilmu yang akan kita terapkan kepada si buah hati maupun anak didik kita.

Rasulullah SAW pun telah memberikan teladan kepada kita bagaimana mendidik anak dengan benar. Ada banyak cerita kisah beliau dengan anak-anak yang mengispirasi kita. Sebagaimana kisah ketika Rasulullah SAW saat menggendong putra Ummu Al Fadl. Bayi tersebut kencing di dada Rasulullah SAW. Ummu Al Fadl dengan seketika merenggut bayinya dengan kasar. Ia sangat gusar dan malu karena bayinya pipis di dada Rasulullah yang mulia. Perbuatan Ummu Al Fadl itu justru membuat Rasulullah menegurnya. " Pakaian yang kotor ini dapat dibersihkan dengan air. Tetapi apa yang dapat membersihkan kekeruhan jiwa anak ini akibat renggutanmu yang kasar?". Sungguh betapa Rasulullah adalah insan yang agung dan begitu indah ajarannya.

Suatu hari Nabi Muhammad SAW mencium cucunya di hadapan Al-Aqra’ bin Habis, seorang pembesar Bani Tamim. Maka Al-Aqra’ berkata, “Aku memiliki sepuluh anak, namun tidak ada satu pun dari mereka yang kucium”. Kemudian Rasulullah SAW memandangnya, lalu bersabda, “Siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi” (HR. Bukhari Muslim). Kala itu di kalangan bangsa Arab mencium anak kecil bagi seorang lelaki adalah suatu hal yang aneh, bahkan dianggap mengurangi wibawa kelelakian. Lalu Nabi SAW datang menghapus anggapan ini dan menegaskan betapa lembut penuh kasih sayang adalah sifat yang harus dimiliki setiap Mukmin. Dalam konteks parenting, sikap lembut penuh sayang kepada anak menjadi sangat penting untuk dimiliki para orang tua dan pendidik, atau siapa pun yang memiliki interaksi intens dengan anak-anak, karena sikap itu akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian sang anak dan akhlak interaksinya dengan orang lain ketika dewasa nanti.

Sahabat NH, begitu mulianya ahklaq Rasulullah SAW. Kelembutan dan kasih sayang Rasulullah SAW tidak hanya dirasakan oleh putra-putri dan cucu-cucu beliau saja, tetapi juga tercurah kepada segenap anak-anak kaum Muslimin di waktu itu. Cerminan ahklaq mulia beliaulah yang seharusnya menjadi inspirasi bagi kita para orang tua dan pendidik. Boleh saja kita mengupgrade diri untuk terus menambah wawasan kita dalam ilmu parenting. Namun kita pun harus pandai memilih dan memilah apakah apakah metode-metode tersebut selaras dengan Al-Qur’an dan As Sunah. In Sya Allah kita tidak akan pernah terjerumus kepada hal-hal yang tidak kita inginkan ketika dua hal ini kita jadikan pedoman utama, karena bagaimana pun Al-Qur’an adalah kebenaran dan Rasulullah adalah guru parenting terbaik.




Komentar :